Budidaya Pisang : Teknologi Sistem Tanam Dua Jalur


Infone Wong Tani - Tanaman Pisang Dua Jalur

Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sudah terkenal sebagai penghasil pisang barangan. Pisang ini merupakan komoditas unggulan di Sumatera Utara, yang disebut juga dengan nama pisang Medan. Pemasarannya sudah sampai keluar wilayah Sumatera Utara seperti ke Riau, Jambi, Batam dan Jakarta. Meningkatnya harga berbagai jenis pupuk kimia akhir-akhir ini, berdampak terhadap menurunnya aktivitas usahatani dan berdampak pada penurunan produktivitas pisang barangan. Salah satu cara untuk mengatasi mahalnya
harga pupuk adalah melakukan efisiensi, yaitu dengan peningkatan populasi tanaman pisang barangan sebesar 85% dengan teknologi pertanaman sistem tanam 2 jalur (double row) (populasi 2400/ha) dan dosis pupuk yang diaplikasikan sama seperti yang dilakukan pada penanaman satu jalur (populasi 1300/ha). Teknologi pertanaman yang selama ini diterapkan petani pada pisang barangan adalah dengan sistem 1 jalur.

Teknologi sistem tanam dua jalur merupakan dirancang untuk peningkatan produksi dan pendapatan petani pisang. Penerapan teknologi pertanaman sistem dua jalur dimulai pada tahun 2007 sampai tahun 2009. Pada awalnya, teknologi sistem 2 jalur diterapkan di lokasi Prima Tani Desa Talun Kenas, Kecamatan STM Hilir. Terjalin kerjasama pada tahun 2009 dengan Pemda kabupaten Deli Serdang dan AMARTA-USAID yang berupa pembinaan kelembagaan dan inovasi teknologi ke kelompok tani maupun penyuluh lapangan, penanaman pisang barangan dengan teknologi sistem 2 jalur telah berkembang ke desa-desa lain yang ada di 5 kecamatan, yaitu STM Hilir (Desa Talun kenas, Nagara, Juma Tombak, Tadugan Raga, Lau Rakit); Biru-biru (Desa Periaria); Pancurbatu (Desa Durin Tonggal); Sibolangit (Desa Sembahe); dan Kutalimbaru (Desa Perpandean) hingga mencapai luasan 60 Ha.

Diperhitungkan perolehan keuntungan bersih dengan sistem 1 jalur sebesar Rp.24.285.000/ ha/tahun, sedangkan pada sistem 2 jalur sebesar Rp.49.110.000/ha/ tahun, atau terjadi kenaikan keuntungan atau pendapatan sebesar 202%. Harga rata-rata pisang barangan di sentra produksi adalah Rp. 5000,-/sisir. Dengan demikian keuntungan yang diperoleh petani yang dengan menerapkan teknologi pertanaman sistem 2 jalur sebesar 60x Rp.49.110.000 = Rp.2.946.600.000,- (Rp.2,9 Milyar).

Sumber : Besman Napitupulu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi

Hortikultura Penanaman Tanaman Buah Pisang
Printer-friendly version Send to friend
Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan S