Home » , , » Budidaya Pisang : Syarat Tumbuh Tanaman Pisang

Budidaya Pisang : Syarat Tumbuh Tanaman Pisang


Infone Wong Tani - Buah Pisang

Pisang merupakan komoditas yang menduduki tempat pertama di Indonesia diantara jenis buah-buahan lainnya, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman maupun dari sisi produksinya. Pisang adalah tanaman buah, sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Pada buah yang masih mentah tetapi sudah tua, kandungan karbohidrat (pati) antara 15-30% tergantung varietasnya. Setelah matang kandungan karbohidrat menurun antara 1,5-15% dan kandungan gula meningkat antara 6-19% dengan protein sekitar 1,2%. Menurunnya kandungan pati setelah mencapai titik tertinggi menandakan proses pematangan mulai terjadi, dalam proses ini sebagian pati akan dihidrolisis menjadi gula sehingga kandungan pati menurun.



Buah pisang digemari karena rasanya yang enak, umumnya dihidangkan dalam bentuk segar sebagai buah meja, sebagai pencuci mulut sehabis makan, direbus atau diolah menjadi makanan lainnya. Disamping untuk konsumsi segar beberapa kultivar pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang, misalnya industri kripik, sale dan tepung pisang. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif, sehingga produksi pisang Indonesia rendah dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

I. Keadaan Tanaman Pisang
Tanaman pisang berbatang semu lunak yang terbentuk dari kelompok daun dan sifatnya menyimpan air. Batang sesungguhnya pendek sekali berbentuk bonggol (rhizome) dan pada bonggol terdapat banyak mata yang kelak tumbuh menjadi tanaman dan terdapat akar serabut. Batangnya dapat mencapai 3 meter tingginya tergantung jenis dan keadaan lingkungannya. Daunnya tunggal berurat utama cukup kuat tetapi urat samping yang tumbuh sejajar menyirip kurang kuat, sehingga daun mudah sobek sehingga tidak tahan terhadap tiupan angin kencang.
Bunga terdapat dalam tandan tunggal yang keluar pada ujung (apikal) batang yang disebut jantung. Beberapa bunga terdapat dalam satu kelompok yang umumnya terdiri dari 2 baris yang disebut sisir (hand) dan tiap-tiap bunga yang menjadi buah disebut uler (finger). Tiap sisir dilindungi oleh daun bunga berwarna merah tua (bractea). Semua bunga dalam sebuah sisir selalu nerkembang menjadi buah tetapi tidak semua bunga dalam satu tandan bunganya adalah betina, pada tengah tandan bunganya sempurna sedangkan pada ujung tandan pisang pada umumnya tidak semua bunga berkembang menjadi buah. Bunga pisang mekar ditandai dengan membukanya daun bunga (kelopak bunga) pada tiap 1-2 hari sekali selama 7-10 hari, sesudah itu bunga yang mekar tidak dapat menjadi buah. Pada umumnya bunga mulai mekar setelah kurang lebih 20 hari keluar jantung. Jantung yang masih muda beberapa jenis pisang enak dimakan, bahkan jantung pada ujung tandan sisa yang mekar menjadi buah sering dimanfaatkan untuk sayur.

II. Iklim
Pisang dapat tumbuh di daerah tropis baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan iklim tropis basah, lembab dan panas yang mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.Kecepatan angin tidak terlalu tinggi, angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering atau 2000-2500 mm/tahun dengan paling tidak 100 mm/bulan. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. Suhu udara berkisar antara 15-35°C dengan suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 27°C dan suhu maksimum 38°C. Tanah liat yang mengandung kapur atau tanah alluvial dengan pH tanah antara 4,5-7,5 adalah baik untuk pertanaman pisang. Apabila suatu daerah mempunyai bulan kering berturut-turut melebihi 3 bulan maka tanaman pisang memerlukan tambahan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

III. Media Tanam
Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50-200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 - 150 cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik, tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

IV. Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.Ketinggian tempat tidak lebih dari 1.600 m diatas permukaan laut (dpl). Di Indonesia umumnya pisang juga dapat tumbuh pada dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dari permukaan laut (dpl). Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dari permukaan laut. Walaupun demikian sebetulnya tanaman pisang tidak memerlukan persyaratan yang berat dan bahkan dapat tumbuh baik pada tempat yang terlindung, namun untuk mendapatkan produksi yang tinggi diperlukan pemeliharaan yang intensif.

Sumber : Teknologi Budidaya Pisang, B2P2TP Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008.
Penulis : siti hafsah husas, PP Pusbangluh